Bagaimana Sejarah Judi Online Sesungguhnya?

4bola.com – Dalam beberapa tahun terakhir ini, dunia judi sangat berkembang pesat, entah itu di luar negeri maupun di Indonesia. Banyak faktor yang mendorong perkembangan dunia judi. Salah satunya yang paling berpengaruh adalah faktor teknologi dan internet, yang kini punya andil besar dalam mentransformasikan wajah dunia judi.

Salah satu bentuk transformasi nyata di mana teknologi dan internet merubah wajah dunia perjudian adalah peralihan dari judi konvesional (atau judi darat) ke judi online.

Bila dulu judi konvensional menuntut para pemainnya datang langsung ke tempat bermain judi atau casino, kini di judi online para pejudi atau bettor tidak perlu lagi harus datang ke tempat bermain judi. Mereka hanya perlu mengandalkan teknologi smartphone dan jaringan internet yang memadai untuk langsung bermain judi atau casino.

Namun sebenarnya bagaimana perkembangan sejarah judi online sesungguhnya?

Gara-gara Dicekal Pemerintah

Beberapa dokumen sejarah menyebutkan bahwa permainan judi online mulai berkembang di tahun 90an atau bersamaan dengan munculnya internet di dunia. Namun yang perlu Anda ketahui transformasi ini sendiri disebabkan keterpaksaan, yang mana saat itu munculnya larangan keras atas legalitas judi di setiap negara.

Berdasarkan laporan New York Times, larangan keras tersebut mengakibatkan banyak rumah judi terpaksa gulung tikar. Keberadaan mereka dianggal illegal dan menyalahi regulasi pemerintah.

Namun seakan tak ingin menyerah pada nasib, rumah judi beserta agen judi konvensional menginovasi sebuah terobosan baru yakni membangun sebuah situs website yang membuat para bettor tak harus mendatangi rumah judi atau bermain sembunyi-sembunyi lagi.

Inovasi ini ternyata mengundang minat banyak kalangan penggemar judi. Keberadaan sistem komputerisasi yang sudah terjaga dengan rapi dan aman, membuat para bandar dan bettor bisa berinteraksi tanpa adanya rasa cemas mengenai larangan dan legalitas dari pemerintah.

Tak hanya itu, masih di tahun yang sama, para agen judi online mulai membangun website profesional dan langsung juga diperkenalkan pada publik dengan luas.

Munculnya Casino Online

Pada 1994 Karibia Antigua dan Barbuda mengeluarkan Undang-undang Perdagangan Bebas dan Pengolahan, yang salah satu regulasinya mengizinkan lisensi kepada organisasi yang mengajukan permohonan untuk membuka casino online.

Akibat regulasi tersebut kelak perjudian online bakal memperoleh puncak popularitasnya. Dilansir dari google archieve, situs judi di yang ada di internet ikut meningkat pesat, yang awalnya hanya 15 situs di 1996 menjadi 200 situs web di 1997.

Kembali ke tahun 1994, di kalangan masyarakat Eropa, casino online terus menguat dalam operasinya. Apalagi Isle of Man Gambling Supervision Commision atau Komisi Pengawasan Perjudian Pulau Man yang merupakan Dewal Kontrol Perjudian yang ada di Pulau Man, Inggris meminta bantuan sebuah perusahaan software, Cryptologicuntuk membangun microgaming agar dunia perjudian semakin aman.

Alhasil, Cryptologic mengembangkan game online dan perjudian yang dapat melakukan transaksi perjudian online semakin mudah dan aman.

Sekitar 2 tahun kemudian atau tepatnya 1996, mereka meluncurkan “InterCasino” yang merupakan software atau perangkat lunak pertama untuk judi online. InterCasino menggabungkan beberapa kasino online dan ruang poker online lainnya, termasuk satu dengan William Hill plc, rumah bandar taruhan terkemuka di Inggris dan operator darat pertama yang online dengan kasino.

Tak hanya itu, InterCasino menyediakan 18 jenis permainan judi serta akses ke lotere nasional India bagi para anggotanya. Namun taruhan uang nyata hanya dapat dilakukan pada tahun 1996.

Casino Online Terus Mendunia

Memasuki 2000an, keberadaan taruhan online membuat nilai ekonomi dan sosial banyak negara di dunia meningkat. Hal ini menimbulkan berbagai terobosan baru, salah satunya pelegalan judi serta terbukanya pasar kasino online di beberapa negara.

Sekalipun tidak semua negara sepakat, akan tetapi beberapa negara adikuasa melegalkan perjudian online. Adapun negara-negara itu berasal dari wilayah Karibia, Amerika Serikat, Eropa, Australia, Asia, dan beberapa bagian Inggris.

Ini membuat perjudian online makin besar dan masuk masuk ke dunia internasional. Salah satunya ditandai dengan adanya pasar kasino skala internasional. Perkembangan software dan keberadaan situs judi online meningkat dengan sangat cepat. Masing-masing bandar judi online memunculkan banyak tawaran fitur-fitur baru. Misalnya live kasino dengan live dealer, game dengan multi pemain, jackpot yang lebih tingi dan turnamen slot. Semua itu untuk memuaskan para bettor yang ada di seluruh dunia.

Salah satu yang paling mengesankan adalah para agen judi bola juga mengembangkan taruhan versi mobile. Tepatnya pada 2004, game slot pertama yang bisa dimainkan lewat ponsel berhasil diciptakan. Hal ini makin mempermudah para bettor memainkan judi kapan saja dan di mana saja.

Aplikasi game yang diliris oleh IOMO dan Vodafone ini sangat populer di kalangan pemain. Sayangnya meskipun Anda menang, Anda tidak bisa mendapatkan hadiah dalam bentuk uang nyata. Game ini hanya memakai uang maya dalam permainan.

Popularitas perjudian mencapai puncaknya pada 2005, yang mana saat itu perjudian online mulai menggusur tempat judi darat. Member lebih memilih mengakses dan bermain judi online hanya lewat internet.

Banyak orang lebih memilih bermain judi secara online karena potensi jackpot senilai jutaan dollar lebih mudah didapatkan daripada datang langsung ke kasino darat. Dampaknya banyak orang mulai kecanduan dan ketagihan dari permainan-permainan baru yang terus muncul dan varian permainannya yang menarik.

Taruhan Online Kembali Dilarang

Kabar buruk kembali datang. Pada 13 Oktober 2006, George Bush Presiden Amerika saat itu memberlakukan undang-undang pelarangan aktivitas perjudian online di Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan-perusahaan AS dilarang menjalankan bisnis judi online.

Undang-undang itu bernama SAFE Port Act, lengkapnya ‘Security and Accountability For Every (SAFE) Port Act of 2006’.

Hal ini menjadi penyebab runtuhnya perjudian online, terutama kasino online. Perlu Anda ketahui, kasino online sangat populer di negara paman Sam. Mayoritas pengunjung dan anggota kasino online didominasi oleh orang Amerika.

Meskipun demikian, hal ini tidak terlalu menjadi masalah bagi banyak bettor. Akses internet yang kencang dan juga tanpa batas tetap dapat membuat mereka dapat mengakses situs judi online di luar Amerika.

Berkembang ke Era Esport

Memasuki 2010an, bisnis perjudian online baik itu di Macau ataupun Las Vegas mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena banyak bettor mulai bosan dengan game judi yang ditawarkan.

Melihat kebosanan dari para pelanggan itu, para pemilik Casino di Macau dan Las Vegas menginisiasi sebuah konferensi untuk mencari game baru. Seperti dilansir dari sbcnews UK, pada September 2017, konferensi akbar dengan topik “Menyelamatkan Las Vegas – Bagaimana Esport dan Kasino Bisa Bekerja Sama?” diadakan London.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah keberadaan judi esport sebagai salah satu permainan baru yang rencananya akan hadir dalam Casino Online. Turut hadir pula Alex Igelman, CEO dari Millennial Esports dan Blaine Graboyes, CEO Game CO sebagai panelis yang berdiskusi dengan Seth Schorr, CEO Downtown Grand.

Ketiganya merupakan tokoh penting dalam dunia esport. Mereka bisa dianggap sebagai orang-orang penting dibalik berkembangnya esport sekarang ini.

Hasilnya konferensi tersebut sendiri judi esport bakal masuk sebagai arena game judi baru. Esport sendiri dipilih karena generasi milenial atau para bettor yang berumur 20-30 tahun lebih tertarik dengan industri video games daripada olah raga. Oleh sebab itu pemain judi tradisional diharapkan mulai terbiasa dengan kehadiran judi esport.

Selama ini, judi esport sendiri hanya berkutat pada platform steam marketplace saja, yang mana proses judi online hanya berkutat pada para pemain saja. Taruhan online ini tidak dilakukan dengan menggunakan uang secara langsung, tapi dengan cara mempertaruhkan in-game item.

Nah, apabila pemain berhasil memenangkan taruhan, maka pemain tersebut akan mendapat weapon skin sesuai nilai taruhannya. Kemudian Weapon skin tersebut kemudian bisa dijual, atau dicairkan menjadi uang riil lewat situs-situs tertentu.

Perjudian semacam ini dinilai membuat sportivitas para pemain esports jadi dipertanyakan. Pasalnya pada 2013, seorang pemain profesional Dota 2 bernama Alexei “Solo” Berezin diketahui memasang taruhan melawan timnya sendiri. Akibatnya Solo dilarang mengikuti turnamen selama setahun dan dikeluarkan dari tim roX.KIS.

Insiden Solo kemudian memunculkan jargon “322” dalam dunia esport, diambil dari jumlah kemenangan taruhan Solo sebesar US$322 atau sekitar Rp4,2 juta.

Selain itu, ada insiden 322 lainnya yang lebih serius. Seperti dilansir dari Kotaku.com, pada 2015 lalu, ketika beberapa anggota Prime, tim profesional StarCraft II asal Korea Selatan diciduk oleh polisi karena manipulasi pertandingan.

Hal inilah yang membuat perjudian esport lebih baik diwadahi dan dibatasi secara langsung. Caranya tak lain memasukkannya pada Casino Online, yang mana para bettor bisa langsung bertaruh pada tim atau pemain esport andalannya. Dan sama halnya seperti judi bola online, kemenangan dan prestasi yang dihasilkan oleh para pemain esport sendiri akan lebih dihargai salah satunya dengan cara sponsorsip oleh rumah judi atau bandar judi terpercaya.

Cukup sekian penjelasan mengenai sejarah perkembangan permainan judi online di dunia. Semoga artikel ini dapat menambah informasi anda mengenai dunia perjudian online.

Share
Published by
4bola